| news >
Headline |
08-16-2005 11:08 |
|
|
Billy Graham:60 Tahun Berjuang untuk Kerohanian dan Kemanusiaan 08-16-2005 11:08
 |
| |
New York, Bahana
Flushing Meadows Corona Park di Queens, New York menjadi tempat feno춎enal dan penuh tanda tanya kala penginjil senior Rev. Billy Graham menggelar peringatan 60 tahun pelayanannya pada 24-26 Juni 2005 lalu. Banyak pihak bertanya-tanya apakah KKR tersebut menjadi kebaktian terakhir penginjil legendaris yang telah melintasi 185 negara dan berbicara di hadapan lebih dari 210 juta orang itu? Billy Graham tidak pernah membuat pernyataan jelas, namun kepada war춗awan ia berkata, 밒 never say never.?
Hamba Tuhan yang juga dikenal sebagai pejuang kemanusiaan ini masih tetap menunjukkan semangat melayani yang berkobar-kobar. Pada hari pertama, Graham tampil menggebrak dengan pesan penebusan dan kelahiran kembali dalam Yesus Kristus. 밳ang paling diperlukan dunia saat ini adalah transformasi sifat manusia untuk membuat kita mengasihi daripada membenci,? tandasnya.
Walaupun didera berbagai penyakit yang mengikis kekuatan dan suaranya, ia mampu berdiri dan berkhotbah selama 30 menit, yang diterjemahkan ke dalam 20 bahasa para peserta yang beraneka ragam ras dan etnik. Bagi sosiolog William Martin, penulis biografi Graham, penerjemahan ini merupakan rekor terbanyak di antara kebaktian massal yang pernah digelar Graham.
Pada hari kedua Graham yang telah berusia 86 tahun ini tetap bersemangat menyampaikan pesan di hadapan 80.000 pengunjung yang kebanyakan orang muda. Dengan nada bergetar ia menawarkan kelegaan Kristus sebagai ganti berbagai kekosongan yang dikejar orang muda. 밠arilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu,?ujarnya mengutip Matius 11:28.
Hari terakhir, Graham menandaskan empat langkah yang perlu dilakukan setiap orang untuk mengikuti Yesus dengan sukses. 밣ertama, baca Alkitab setiap hari, itu akan membantu Anda bertumbuh. Kedua, berdoa, berbicara kepada Tuhan seperti dengan teman. Ketiga, pergi ke gereja, dan keempat, bagikan Kristus kepada yang lain,?ungkapnya penuh semangat.
Kebaktian ini mungkin merupakan masa yang tidak akan dilupakan banyak orang, bahkan oleh Graham sendiri. Sebab di sana juga hadir para pendeta yang telah 60 tahun bersama-sama melayani di ladang Tuhan. Di antaranya Cliff Barrows (82) dan George Beverly Shea (96) yang menyanyikan lagu How Great Thou Art.
Pejuang Kemanusiaan
Billy Graham bukan hanya piawai berkhotbah. Meskipun ia menekankan perhatiannya pada perubahan spiritual dan pentingnya transformasi pribadi (dari dalam), ia juga gigih memperjuangkan persamaan hak dan penghapusan rasialisme. Martin sempat mengingat peristiwa tahun 1953, saat itu Graham mengakhiri pemisahan berdasarkan rasial dalam acara keagamaan di wilayah selatan. Dia dikenal sebagai pelopor sebelum Mahkamah Agung Amerika Serikat memberlakukan ketentuan yang sama di sekolah-sekolah.
Semangat cinta kasih Graham mengundang decak kagum ba춏yak orang, termasuk mantan Presiden Bill Clinton yang turut hadir bersama istrinya, Hillary. Bahkan Clinton sedikit bernostalgia, menge춏ai masa kecilnya ketika mendengar khotbah Graham. Dia dikenal sebagai pendeta Amerika Serikat yang menolak berkhotbah, sebelum kebijakan pemisahan jemaat berdasarkan ras diakhiri di Arkansas. Saat itu negara bagian tersebut juga tengah berjuang menghapuskan kebijakan yang rasialis di tingkat sekolah. 밯aktu itu, saya masih anak-anak dan saya tidak pernah melupakannya,? tegasnya.
(Ugie/dbs)
http://www.bahana-magazine.com/agust2005/berita01.htm
|
|
|
|
|