Indonesia
news > Headline
08-21-2005 11:08

Viky Sianipar : Tidak Takut Menempuh Jalan Sunyi

08-21-2005 11:08

Bukan berita baru bahwa sangat banyak anak muda di bangsa ini yang tidak lagi mengenal budaya daerah mereka. Dari bahasa, tarian sampai lagu-lagu daerah asal mereka. Alasannya pun beragam. Ada yang menganggap ketinggalan zaman dan kalah dengan peradaban modern, terutama budaya Barat. Viky Sianipar (29), musisi muda berbakat, mencoba membangun alternatif via musik etnik.

Bagi kalangan muda, apa saja yang berbau etnik termasuk musik dihindari. Mereka lalu beramai-ramai mengonsumsi aneka musik kon춗em춑orer dari berbagai penjuru dunia. Tentu saja hal ini tidak salah. Lantas, benarkah budaya kita kalah dengan peradaban Ba춓at? Ketika pertanyaan ini diajukan kepada musisi muda berbakat, Viky Sianipar, ia menjawab 밯ajar saja, musik kita ketinggalan sebab diciptakan ratusan tahun lalu dan tidak pernah digarap lagi. Musik harus diolah ulang supaya sesuai dengan perkembangan zaman. Anak muda tidak bisa disalahkan sebab mereka menghadapi 뱒erangan?musik Barat yang sangat maju lewat televisi.?br>
Gaya Kontemporer

Atas kesadaran itu sejak beberapa tahun terakhir ini Viky memusatkan perhatian pada pengolahan lagu-lagu daerah. Ia mengaransemen ulang lagu-lagu daerah dengan gaya kontemporer. Dalam ilmu musik, yang dilakukan Viky disebut world music.

Untuk pertama ia menggarap lagu-lagu daerah Batak. Hingga kini sudah tiga album yang ia lahirkan, yakni yakni 밫oba Dream 1? 밫oba Dream 2? dan 밮iki Sianipar? Kini, ia sedang menggarap album keempat bertajuk Indonesian Beauty. Album ini menghimpun musik dan lagu dari berbagai daerah di Indonesia dengan aransemen modern.

Sebelum tahun 2002, Viky tak berbeda dengan anak muda lain yang tidak peduli dengan musik daerah. Tapi ketika Yayasan Perhimpunan Pencinta Danau Toba me춏un춋uknya sebagai music director dalam konser musik 밪ave Lake Toba?dengan tugas utama mengaransemen lagu-lagu Batak menjadi bergaya modern, ia lalu jatuh cinta. 밒ni baru lagu Batak, gimana kalau yang lain-lain,?gumam pria kelahir춁n 26 Juli 1976 ini.

Melalui olah rasa dan pikir, selanjutnya Viky berkesimpulan bahwa budaya, dalam hal ini musik etnik, bisa menjadi sarana untuk menyetarakan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain. 밙alau teknologi dan politik kita pasti ketinggalan. Dengan budayalah kita bisa mengejar sebab kebudayaan kita beragam jenisnya. Tapi bagaimana kita menyetarakan dengan mereka kalau kita sen?diri tidak tahu??tanya pria yang tidak pernah belajar musik dari bangku kuliah ini.

Tembus MTV

Kerja keras Viky ternyata tidak sia-sia. Album-albumnya telah berhasil memalingkan wajah sebagian anak muda ke musik etnik. Pentas-pentas yang ia lakukan selalu dibanjiri anak muda. Seorang penggemar춏ya secara lugas mengaku di internet, 밪aya bukan orang Batak, tapi gara-gara Viky saya jadi suka musik Batak. Dia berhasil meng춁ngkat martabat musik daerah sejajar de춏gan musik-musik lain.?

Ya, karya-karya Viky telah berhasil me춏embus MTV. Viky bukannya tidak menyadari risiko yang akan dia terima dengan keputusan menekuni jenis musik etnik. 밪aya sadar potongan kue untuk musik etnis kecil sekali. Kalau dibilang pasar musik ini masih kecil, memang benar, tapi kita harus menggarapnya,?ujar putra bungsu pengu춖a춉a Monang Sianipar ini.

Untuk membicarakan aneka hal seputar kemajuan musik etnik, Indonesian Community World Music (ICWM) meng춁dakan diskusi bulanan di Viky Sianipar Music Center. Anggota ICWM antara lain Gilang Ramadhan, Marusya Nainggolan, Djaduk Ferianto, Harry Roesly (alm) dan sejumlah nama besar lainnya. Kalau diamati, pilihan Viky di jalur musik etnik ibarat menempuh 뱂alan sunyi? Dan kini, ia tengah menempuh jalan sunyi kedua, yakni memasuki jagad musik rohani. Ia baru saja menggelar konser musik rohani bertajuk 밪uara Muda Bermazmur? 밒ni soal pilihan. Saya tidak takut menempuh jalan sunyi itu,?ujarnya.

(Eman/Wea)


http://www.bahana-magazine.com/agust2005/apresiasi01.htm

 
INTERVIEW
Joy Destiny Tobing : Meskipun Sariawan, Tetap Ikut Lomba
Joy Destiny Tiurma Tobing, begitu nama lengkapnya, sebenarnya bukan nama baru di dunia musik. Si kecil cabe rawit yang menjadi Indonesian Idol ini ternyata
     
More News
   

*Major League Baseball Stars Put Faith in the Spotlight
Some of the nation’s top athletes from Major League Baseball (MLB) are sharing and revealing their faith in an upcoming film that premieres today in Phoenix.

*Love and Radiation

*We Praise You

   
Events
   
Grand Final Paduan suara Jabotabek
Konser Album Rayakan 5
Sekolah Tinggi Teologi Jakarta Menggelar Konser Musik
 
Address: 631 Howard St. #301 San Francisco, CA 94105 Copyright BREATHEcast.com 2004. All Rights Reserved.
Home l About Us l Contact Us l Sitemap